Jumat, 17 Januari 2014

Karakteristik Kewirausahaan



Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis yang artinya perantara. Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Sedangkan Usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu.  Kewirausahaan, yaitu proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Wirausahawan ialah orang yang memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan suatu produk atau bisnis baru perusahaan milik sendiri, dengan menggunakan sumber daya (keuangan, bahan baku, tenaga kerja) dengan sebaik-baiknya, tujuannya untuk mendapatkan laba sebanyak-banyaknya. Ciri-ciri perilaku seorang wirausahawan antara lain :
1.    Mampu mengidentifikasi peluang usaha baru
2.    Memiliki rasa percaya diri dan selalu bersikap positif
3.    Bertingkah laku seorang pemimpin
4.    Memiliki inisiatif, kreatif, dan inovasi terbaru
5.    Pekerja keras
6.    Berpandangan luas dan memiliki visi dan misi yang baik
7.    Berani mengambil resiko
8.    Mampu menerima saran dan kritik
Karakteristik wirausaha dapat diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan ciri khas, watak, perilaku, tabiat, serta sikap orang terhadap perjuangan hidup untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin. Karakteristik wirausaha pada umumnya terlihat pada waktu ia berkomunikasi dalam rangka mengumpulkan informasi saat menjalin hubungan dengan para relasi bisnisnya. Berikut dikemukakan beberapa karakteristik seorang  wirausaha menurut pendapat Bygrave yang dikenal dengna istilah 10D.
1.        Dream (Mimpi)
Tidak ada wirausahawan yang tidak mempunyai mimpi, dan akan lebih sukses lagi bila mempunyai visi dan misi ke depan disertai dengan kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
2.        Decisivenes (Ketegasan)
Seorang wirausaha itu mempunyai hasrat ingin maju, tegas, energik, penuh semangat, dan tidak bekerja lambat. Setiap keputusan yang diambil selalu diperhitungkan. Kecepatan dan ketepatan merupakan faktor kunci dalam kesuksesan bisnisnya.
3.        Doers (Bertindak)
Wirausahawan tidak suka menunda pekerjaan dan selalu menindaklanjuti keputusan yang telah dibuat, selalu mempunyai kecepatan dan tenaga ekstra dalam bertindak dibandingkan yang lain. Seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya.
4.        Determination (Ketetapan Hati/Kebulatan Tekad)
Seorang wirausaha mempunyai keteguhan hati serta rasa tanggung jawab yang tinggi, sehingga tidak pernah menyerah begitu saja ketika menghadapi persoalan, walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi.
5.        Dedication (Pengabdian)
Seorang wirausaha yang cerdas itu mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya, karena dedikasi yang tinddi maka kesuksesan akan selalu menghampirinya. Seorang wirausaha yang berdedikasi tinggi terhadap bisnisnya. Kadang-kadang mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara. Wirausahawan di dalam melaksanakan pekerjaanya tidak mengenal lelah.
6.        Devotion (Kecintaan/Kesetiaan)
Bisnis akan menyita banyak waktu, pikiran, tenaga, energy, focus, dan semangat seorang wirausaha sehingga ia harus mencintai pekerjaanya dan pandai membagi waktu.
7.        Detail (Terperinci)
Untuk mencapai kesuksesan, seseorang wirausaha harus berpikir detail (terperinci) karena ketika menjalankan usaha, aspek keuangan dan perencanaan strategi memerlukan pemikiran secara detail.
8.        Destiny (Nasib)
Wirausahawan membutuhkan keberuntungan dan ia harus mulai beusaha untuk memprediksi kapan keberuntungan itu datang menghampirinya.
9.        Dollars (Materi/Uang)
Seorang wirausaha tidak mengutamakan pencapaian kekayaan. Motivasinya bukan karena masalah uang. Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Ia berasumsi jika berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapat laba, bonus, atau hadiah.
10.    Distribute (Menyalurkan/ Mendistribusikan)
Wirausaha yang baik selalu berorientasi untuk member dan mendefinisikan kesuksesannya filosofinya, kepemilikannya, ilmunya, uang yang dimilikinya untuk kesejahteraan para karyawan, dan tentunya mendistribusikan kemempuan, ide, saran, dan inspirasi kreatifinya untuk membantu mengembangkan bisnis agar pelanggannya senantiasa setia dan selalu membeli barang dan jasa.

Sumber : 
http://temukanpengertian.blogspot.com/2013/09/pengertian-karakteristik-wirausaha.html
http://ediharukaze.blogspot.com/2013/04/pengertian-kewirausahaan-dan.html
http://eky-dwi.blogspot.com/2011/11/pengertian-karakteristik-kewirausahaan.html

Sabtu, 04 Januari 2014

Alunan Hatimu

terdiam dalam langkah hening ku ..
mengalun sebuah irama sendu nan merdu ..
ku rasakan setiap alunan melodi ..
yang mampu getarkan hati ini ..

senandung melodi tak bersuara ..
bukan ku dengar dari sebuah alunan biola ..
tak mengalir pada sentuhan piano dan lembut jemari ..
namun mampu hanyutkan setiap keping hati ini ..

irama lembut kan semakin menyala ..
kala ku menatap mata indah mu ..
getaran hati kian meronta ..
saat kau bersama ku ..

melodi merdu yang ku rasa ..
sebuah alunan hati milik mu ..
membuat pelangi muncul di setiap bola mata ku ..
membawa hati hanyut dalam bahagia ..

alunan hati yang kau senandungkan untuk ku ..
terngiang indah dalam hati ini ..
menerbangkan setiap asa dan perih ku ..
menghapus duka yang slalu menyelimuti ..

ku kan bernyanyi bersama mu ..
mengarungi setiap mimpi indah mu ..
ku senandungkan melodi bahagia hati ku ..
diiringi indahnya alunan hati mu ..

+Angga Rinanto 

TRIANGGA




Angga, temen SD yang ga akan pernah disangka-sangka bakal jadi seseorang yang berarti buat gue. Cowo putih, tinggi, dan katanya cowo terganteng seangkatan gue yang banyak disukain sama cewe-cewe. Tapi anehnya dulu gue ga pernah ada perasaan sama sekali sama tuh cowo padahal posisi duduk dia di kelas tepat di depan gue. Dan W.O.W sekarang dia jadi pacar gue loh. Haha...
           Berawal dari suatu malem tepatnya tanggal 8 Agustus 2012 sepulang gue nonton acara ultah RCTI di Jiexpo kemayoran. Iseng-iseng gue bbm dia dengan satu pertanyaan keisengan dan kekepoan gue “ngga, lo pacaran ya sama rahayu ?”. Entah kenapa gue bisa nanya itu. Kalo dipikir-pikir saat itu gue emang kepo banget dah -,- Tapi ga ada yang pernah nyangka kalo pertanyaan gue itu adalah awal dari hubungan gue sama doi :D
          Setelah malem itu, gue sama dia pun sering bbman. Saking seringnya kita bbman, timbulah benih-benih cinta. Etss...tapi sekedar info nih ya dia loh yang pertama kali punya perasaan diantara kita :p Timbulnya benih-benih cinta itu ditandai dengan status-status bbm dan facebook dia yang sering nyantumin nama gue plus emiticon-emoticon kecentilannya dia ya kayak gini nih “ Tria :*” dan “Tria ai lup yu”. Hihihiii...
        Semenjak kedekatan kita yang berlangsung selama satu bulan, kita pun memutuskan untuk ketemuan dan nonton film Perahu Kertas bareng pada tanggal 8 September 2012 di salah satu mall terdekat, yaitu Sunter Mall hohohoooo... Pertemuan yang berlangsung kurang lebih selama 3 jam itu membuahkan hasil yang ga pernah gue kira. Angga nyatain cinta dan meminta gue jadi pacarnya coy HAHAHA... yaah karena gue juga punya perasaan sama dia dan tepat ditanggal yang gue pikir itu adalah tanggal yang cukup bagus, gue nerima cinta dan permintaan dia jadi pacar gue ^-^
      Hari demi hari gue lewatin bareng dia, seneng bareng, susah bareng, ketawa bareng, pokoknya semuaaanya bareng dia :D. Ngejalin hubungan yang bisa dibilang LDR karena gue ngekos dan kuliah di depok, sementara angga tinggal dan kerja di jakarta itu ga gampang, tapi kita bisa ngejalanin itu semua kok yah walaupun ga munafik kita juga pernah ngalamin yang namanya pertengkaran. Tapi ga disangka, ga dikira hubungan kita berlangsung cukup lama dan seriuuuuuuuss :D Kita punya rencana buat nikah loh di tahun 2017 tepat tanggal 8, tapi buat bulannya kita belum tau. Dari sekarang pun kita mulai nabung buat keperluan nikah hehehe...




Selasa, 31 Desember 2013

Untukmu

untukmu ..
pelangi yang kini tak lagi mengindahkan dunia ku ..
ku harap kau tau ..
disini ku slalu merindukan warna mu ..

kini ku hanya sendiri ..
melewati hari yang sepi ..
tak ada lagi embun yg menyejukkan hati ..
tanpa mu disisi ..

setiap air mata yang terjatuh perlahan ..
tak mampu lagi ku hentikan ..
ku hanya mencoba untuk bertahan ..
menjaga hati yang penuh dengan harapan ..

ku ingin kau mengerti ..
akan rasa yang ku hadapi ..
sedihku yang tak bertepi ..
membuat luka perih hati ini ..

andai kau mengerti ..
ku ingin kau kembali ..
menjadi bintang penghias malam ini ..
menjadi penyejuk dalam ruang hati yang sepi ..

untuk mu yang ku harapkan ..
hadirlah kembali membawa sebuah jawaban ..
yang mampu terbangkan segala kegelisahan ..
dan menyempurnakan setiap keindahan ..

to: +Angga Rinanto 

Selasa, 29 Oktober 2013

Usaha Jasa Transportasi Travel

Hiruk pikuk padatnya manusia di terminal, stasiun maupun bandara merupakan salah satu kondisi yang dihindari oleh setiap orang pada saat ingin berpergian, khususnya berpergian keluar kota. Hal itu menyebabkan sebagian orang memilih alternatif lain, yaitu menggunakan jasa transportasi travel pada saat berpergian. Dengan jasa transportasi travel, penumpang akan dijemput dan diantarkan ke tempat tujuan sesuai keinginan. Hal ini yang menarik penumpang khususnya wanita dan lansia untuk menggunakan jasa transportasi travel. 
Dengan melihat kondisi demikian, terdapat sebuah peluang usaha untuk menjual jasa sebagai penyedia layanan transportasi travel. Usaha jasa transportasi travel muncul saat jasa angkutan reguler yang telah ada tidak bisa memberikan pelayanan yang memuaskan kepada penumpang, akibatnya penumpang mencari jalan lain agar nyaman dalam bertransportasi. Usaha jasa transportasi travel setiap tahun senantiasa diminati banyak orang. Dengan jasa transportasi travel, penumpang tidak khawatir tersesat di jalan, tidak khawatir dengan tindak kriminal dalam kendaraan umum, tidak direpotkan lagi dengan banyaknya barang bawaan, bahkan penumpang relatif lebih terjamin karena adanya asuransi kecelakaan lalu lintas. Hanya saja dengan jasa transportasi travel, waktu tempuh yang dibutuhkan menjadi lebih banyak karena harus mengantarkan masing-masing penumpang sampai ke tujuan yang diinginkan. 
Terdapat beberapa rute jasa transportasi travel di Indonesia seperti rute bandung, yogyakarta, semarang, dan lain-lain. Usaha jasa travel sering menggunakan minibus dengan kapasitas 8 – 15 orang. Hal itu efektif bagi pengguna jasa travel, karena seringnya pengguna jasa travel merupakan individu atau kelompok kecil sehingga memberikan pelayanan per individu. Begitu pula dengan penyedia jasa trasnportasi travel, dengan menggunakan minibus modal yang dikeluarkan menjadi efisien. Secara umum, kondisi minibus yang digunakan oleh penyedia jasa transportasi travel telah sesuai dengan permintaan pasar, yaitu dalam kondisi yang baik. Minibus yang digunakan oleh penyedia jasa transportasi travel biasanya didesain semenarik mungkin agar penumpang lebih tertarik dan terkesan telah menggunakan jasa transportasi travel. 
Usaha jasa transportasi travel pun tidak selamanya mengalami kesusksesan, ada saja masalah yang harus dihadapi oleh penyedia jasa transportasi travel. Salah satu masalah yang terjadi ialah banyaknya penyedia jasa transportasi travel liar. Meluasnya usaha jasa transportasi travel liar menyebabkan perusahaan atau penyedia jasa transportasi travel resmi (anggota Organda) menjadi terpinggirkan. Akibatnya banyak perusahaan atau penyedia jasa transportasi travel yang gulung tikar, bahkan diam-diam pemiliknya mengalihkan usahanya dalam bentuk jasa transportasi travel (liar) itu pula. Situasi demikian yang memacu setiap perusahaan atau penyedia jasa transportasi travel berlomba-lomba menarik minat penumpang agar perusahaan atau penyedia jasa transportasi travel tetap bertahan ditengah persaingan yang ketat.

Kamis, 27 Juni 2013

Tugas Pengetahuan Lingkungan : Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

2.1 Pengertian Lingkungan Hidup Lingkungan hidup adalah semua benda, daya dan kondisi yang terdapat dalam suatu tempat atau ruang tempat manusia atau makhluk hidup berada dan dapat mempengaruhi hidupnya. Beberapa definisi lingkungan hidup antara lain (Siahaan, Nommy H.T, 2004): 1. Prof. Dr. St. Munadjat Danusaputro, SH mengartikan lingkungan hidup sebagai semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidu lainnya. 2. Menurut pengertian juridis, seperti diberikan oleh Undang-Undang tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982 (UUPLH 1982), lingkungan hidup diartikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk lainnya. 3. Emil Salim mengartikan lingkungan hidup ialah segala benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. 4. Otto Soemarwot mengartikan lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. 2.2 Unsur-Unsur Lingkungan Hidup Lingkungan hidup disebut juga dengan lingkungan hidup manusia (human environment). Istilah ini biasa dipakai dengan lingkungan hidup. Bahkan sering kali dalam bahas sehari-hari disebut sebagai lingkungan. Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka pengertian lingkungan hidup itu dapat dirangkum dalam suatu rangkain unsur-unsur sebagai berikut (Siahaan, Nommy H.T, 2004): 1. Semua benda, berupa manusia, hewan, tumbuhan, organisme, tanah, air, udara, rumah, sampah, mobil, angin, dan lain-lain. Keseluruhan yang disebutkan ini digolongkan sebagai materi, sedangkan satuan-satuannya sebagai komponen. Materi menurut ilmu lingkungan hidup ialah segala sesuatu yang berada pada suatu tempat serta pada suatu waktu. 2. Daya, disebut juga dengan energi. Daya atau energi ialah sesuatu yang memberi kemampuan untuk menjalankan kerja. Energi dapat dibagi dalam tiga jenis, yaitu energi yang berasal dari matahari, energi dari panas bumi, dan energi yang berasal dari reaksi nuklir. 3. Keadaan, disebut juga kondisi atau situasi. Keadaan memiliki ragam-ragam yang satu sama lainnya ada yang membantu kelancaran berlangsungnya proses kehidupan lingkungan. 4. Perilaku atau tabiat. 5. Ruang, yaitu wadah berbagai komponen berada. Ruang adalah suatu bagian dimana berbagi komponen-komponen lingkungan hidup bisa menempati dan melakukan proses lingkungan hidupnya. Dengan demikian, ruang terdiri dari unsur-unsur berbagai ekosistem seperti ekosistem hutan, ekosistem pantai, ekosistem kota, ekosistem permukiman, ekosistem daerah aliran sungai (DAS) dan seterusnya. 6. Proses interaksi disebut juga saling mempengaruhi, atau biasa pula disebut dengan jaringan kehidupan. Komponen-komponen lingkungan hidup tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah makhluk hidup yang meliputi hewan, tumbuhan dan manusia. Komponen abiotik adalah benda-benda tak hidup (mati) antara lain air, tanah, batu, udara dan cahaya matahari. Semua komponen yang berada di dalam lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan membentuk sistem kehidupan yang disebut ekosistem. Komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi, dimana interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Ekosistem ialah suatu kesatuan fungsional antara komponen biotik dan komponen abiotik. 2.3 Jenis-Jenis Lingkungan Hidup Lingkungan hidup terbagi menjadi beberapa jenis. Pengertian dari jenis-jenis lingkungan hidup tersebut antara lain: 1. Lingkungan hidup alami Lingkungan hidup alami merupakan lingkungan bentukan alam yang terdiri atas berbagai sumber alam dan ekosistem dengan komponen-komponennya, baik fisik, biologis. Lingkungan hidup alami bersifat dinamis karena memiliki tingkat heterogenitas organisme yang sangat tinggi. 2. Lingkungan hidup binaan/buatan Lingkungan hidup binaan/buatan mencakup lingkungan buatan manusia yang dibangun dengan bantuan atau masukan teknologi, baik teknologi sederhana maupun teknologi modern. Lingkungan hidup binaan/buatan bersifat kurang beranka ragam karena keberadaannya selalu diselaraskan dengan kebutuhan manusia. 3. Lingkungan hidup sosial Lingkungan hidup sosial terbentuk karena adanya interaksi sosial dalam masyarakat. Lingkungan hidup sosial ini dapat membentuk lingkungan hidup binaan tertentu yang bercirikan perilaku manusia sebagai makhluk sosial. 2.4 Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997 adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan, penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup. 1. Pandangan Immanen dan Transenden Didalam ekologi, manusia dipandang sama dengan makhluk hidup yang lain. Manusia tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi yang dipentingkan adalah keserasian hubungan antara manusia dan alam. Pandangan yang demikian dinamakan pandangan immanen. Namun, saat ini manusia dipandang berada di luar alam. Pandangan yang demikian disebut pandangan yang transsenden. 2. Pengelolaan Lingkungan Tugas Manusia Hakikat pengelolaan lingkungan hidup bukan hanya mengatur lingkungannya, tetapi didalamnya termasuk mengatur dan mengendalikan berbagai kegiatan manusia agar berlangsung dan berdampak dalam batas kemampuan dan keterbatasan lingkungan untuk mendukungnya. Manusia perlu secara rutin mengelola lingkungan hidup agar dapat memanfaatkannya secara optimal. 3. Pembangunan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan lingkungan perlu dilakukan sejah dini agar pembangunan yang makin pesat pelaksanaannya dapat memanfaatkan lingkungan hidup melalui penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan. Pembangunan tidak saja mendatangkan manfaat, tetapi juga menimbulkan resiko terjadinya kerusakan lingkungan. Pembangunan pada hakikatnya bertujuan untuk menimbulkan keragaman dan diversifikasi dalam kegiatan ekonomi masyarakat. 4. Tujuan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tujuan pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan UU No. 23 tahun 1997 adalah sebagai berikut: a. Tercapainya keselarasan, keserasian, dan kesimbangan antara manusia dan lingkungan hidupnya. b. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup.

Sabtu, 31 Maret 2012

Permasalahan Merek RM Padang Sederhana-RM Padang Sederhana Bintaro

Permasalahan yang terjadi adalah RM Padang Sederhana menggugat RM Padang Sederhana Bintaro. Sejarahnya adalah RM Padang Sederhana (RMPS) awalnya didirikan Bustaman pada 1972, RMPS pun menjadi franchise dengan peminat banyak di seluruh Indonesia. RMPS juga memiliki banyak nama seperti Sederhana (SA), Sederhana (SS), Sederhana (SH), Sederhana (SL), dan Sederhana (SB).

Dari sejumlah media, terungkap pada 2008 Bustaman menggugat H.Djamilus Djamil dan para ahli warisnya sebesar Rp 5 miliar plus larangan menggunakan kata "Sederhana" sebagai nama dagang. Bustaman dan Djamilus Djamil sebenarnya pernah bekerja sama dan sama-sama berjuang membesarkan warung makanan Padang. Namun, pada 2001 keduanya tak lagi sejalan. Bustaman mengembangkan usahanya hingga memiliki 70 buah gerai dan sebagian besar terletak di daerah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi. Pengelola Sederhana Bintaro pun melakukan hal yang sama.

Alasan Bustaman melakukan gugatan melalui pengadilan Niaga Jakarta Pusat itu terkait dengan perebutan merek "Sederhana" dan nama dagang itu telah didaftarkannya ke Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual sejak 1997. Tiba-tiba, muncul merek serupa yang digunakan oleh pengelola RM Padang asal Bintaro, Jakarta. Menurut Bustaman, bukan hanya tulisan, huruf dan warna merek saja yang sama, namun bentuk bangunan rumah makan pesaingnya juga mirip dengan miliknya. Apalagi, RM Sederhana Bintaro belakangan gerainya bertambah banyak.

Akan Tetapi tudingan tersebut dibantah oleh pengelila RM Padang Sederhana Bintaro lantaran dirinya berhak untuk menggunakan merek yang disengketakan itu yang telah mengantongi sertifikat yang dikeluarkan oleh Dirjen HaKl pada 13 Maret 2003.
Permasalahannya kedua pihak mengaku punya sertifikat dari Dirjen HaKl.

Karena permasalahan ini lah yang melatarbelakangi kami untuk mengambil tema konflik merek "Sederhana" pada RM Padang.