Selasa, 06 Maret 2012

Terdapat Produk Tiruan Yamaha YZF-R125 di China


SHANGHAI – Sebuah sepeda motor yang mirip dengan Yamaha YZF-R125 hadir di China adalah Genata RC125 yang secara desain benar-benar mirip dengan YZF-R125.
Di China tampaknya hak paten, hak cipta dan merek dagang tidak terlalu memiliki kekuatan yang berarti. Hasilnya, banyak barang tiruan seperti sepeda motor atau kendaraan roda empat dari produsen mapan yang dibuat di China.
Genata RC125 menggunakan gaya yang sama dengan Yamaha, dan juga menggunakan tag YZF-R yang muncul di stiker. Dalam situs perusahaan, genatamotor.eu, menyebutnya hanya bernama RC125.
Masih menurut website tersebut, tertulis China Genata Vehicle Holdings Limited adalah anak perusahaan dari Japan Genata Industry Limited. Belum diketahui apakah perusahaan ini benar-benar milik Jepang atau bukan.
Spec yang ditawarkan memang tidak sama dengan Yamaha YZF-R125 yang menggunakan mesin berpendingin udara. Walaupun demikian, Genata menyatakan sepeda motor ini menggunakan mesin berkapasitas 250cc berpendingin cair. Sementara Dimensinya sangat identik, atau panjang, lebar, tingginya sama dengan Yamaha YZF-R125.
(zwr).
Sumber :
http://autos.okezone.com/read/2012/02/10/53/573640/di-china-ada-tiruan-yamaha-yzf-r125

Tanggapan :
Negara China sesungguhnya merupakan salah satu produsen terbesar dan terkemuka di dunia termasuk dibidang automotif. Kemampuan China dalam memproduksi barang tidak dapat dipungkiri kehebatannya, namun justru karena kemapuannya tersebut konsumen diberbagai negara mudah terprovokasi akan sebuah produk yang menarik desainnya dan murah. hal ini dapat dilihat dari banjirnya produk-produk elektronik dan otomotif yang berasal dari China. Ekspansi besar-besaran produk China membuat industri dalam negeri semakin terpuruk. Apalagi dengan desain produk yang hampir menyerupai bentuk dari sebuah merek terkenal dan mahal, dibuat juga oleh China. Misalnya saja produk automotif Genata yang dibuat di China oleh produsen mapan China, namun lagi-lagi China menghadirkan spesifikasi sepeda motor yang lebih murah dengan desain yang menyerupai produk aslinya. Penjiplakan desain produk seperti ini rentan akan pelanggaran terhadap desain.
Dari segi kreativitas dan seni, masing-masing orang memiliki hak untuk berkreasi dan berkarya, namun harus tetap memperhatikan hak-hak yang berlaku seperti hak cipta UU No.19 tahun 2002, hak paten UU No.14 tahun 2001, dan hak merek UU No.15 tahun 2001. Tetapi, dilihat dari kasus terdapat produk tiruan Yamaha YZF-R125 di China. Ini telah menunjukkan adanya pelanggaran terdapat hak-hak yang berlaku dan adanya sikap ketidak saling menghargai satu sama lain atas produk orang lain. Hal tersebut jelas sudah bahwa China telah melanggar ketiga hak-hak yang berlaku yaitu hak cipta, hak paten dan hak merek. Walaupun di China tampaknya hak paten, hak cipta dan merek dagang tidak terlalu memiliki kekuatan yang berarti.
Saran :
Sebaiknya pemerintah China lebih memperhatikan kasus-kasus penjiplakan atau pelanggaran yang sudah sering terjadi atas produk dari produsen lain, agar tidak terjadi lagi pejiplakan atau pelanggaran atas hak cipta, hak paten maupun hak merek oleh negara China. Seharusnya pemerintah China lebih menegaskan akan kuatnya hak cipta, hak paten dan hak merek di China dan menertibkan produsen-produsen mapan di China untuk memperhatikan hak-hak yang berlaku dan menghargai hasil produk orang ataupun negara lain. Sedangkan untuk produsen-produsen di China lebih baik mendesain produk yang tidak mengikuti konsep bahkan tidak meniru produk orang lain yang dapat mengakibatkan industri dalam negeri semakin terpuruk dan kerugian yang diderita oleh pihak lain.

Jumat, 06 Januari 2012

TAHAP PERTUMBUHAN INDIVIDU BERDASARKAN PSIKOLOGI

Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sebagai berikut:
a) Masa vital yaitu dari 0 sampai kira-kira 2 tahun
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya.
b) Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
Masa ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. Sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindera. Pada masa ini pula tampak munculnya gejala kenakalan yang umumnya terjadi antara umur 3 tahun sampai 5 tahun. Anak sering menentang kehendak orang tua, kadang-kadang menggunakan kata-kata kasar, dengan sengaja melanggar apa yang dilarang dan tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
c) Masa intelektual (Masa keserasian bersekolah) dari kira-kira umur 7 tahun sampai kira-kira umur 13 tahun atau 14 tahun
Setelah anak melewati masa kegoncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif sehingga menjadi matang untuk dididik daripada masa sebelum dan sesudahnya.
d) Masa sosial kira-kira umur 13 tahun atau 14 tahun sampai kira-kira umur 20 tahun atau 21 tahun, yaitu terdiri dari masa pra remaja, masa remaja, dan masa usia mahasiswa.

PERANAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT

Peranan pemuda di dalam masyarakat dapat kita bedakan atas dua hal, yaitu:
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan.
Berdasarkan peran yang pertama dibedakan atas:
1) Peranan pemuda sebagai individu-individu yang meneruskan tradisi mendukung tradisi dan yang oleh sebab itu dengan sendirinya berusaha mentaati tradisi yang berlaku, kebudayaan yang berlaku dalam tingkah laku perbuatan masing-masing.
Dalam hubungannya dengan persoalan ini menjadi kewajiban bagi pemuda untuk melestarikan kebudayaan bangsa.
2) Peranan pemuda sebagai individu-individu yang berusaha menyesuaikan diri, baik dengan orang-orang atau golongan yang berusaha mengubah tradisi, dengan demikian akan terjadi perubahan dalam tradisi dalam masyarakat.
Kedua jenis peranan pemuda di atas bisa mengakibatkan sumbangan pada usaha pembangunan maupun merupakan hambatan terhadap usaha pembangunan.
b. Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Berdasarkan peran pemuda yang kedua dibedakan atas:
1) Jenis pemuda urakan
Yaitu jenis pemuda yang tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat, tidak ingin untuk mengadakan perubahan dalam kebudayaan, akan tetapi ingin kebebasan bagi dirinya sendiri, kebebasan untuk menentukan kehendak diri sendiri.
Kebudayaan seniman dan sastrawan tergolong dalam jenis ini. Misalnya Chairil Anwar.
2) Jenis pemuda nakal
Pemuda-pemuda inipun tidak ingin, tidak berniat dan tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat ataupun kebudayaan, melainkan berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan yang mereka anggap menguntungkan dirinya tetapi merugikan masyarakat.
3) Jenis pemuda radikal
Pemuda-pemuda radikal berkeinginan untuk mengadakan perubahan revolusioner. Mereka tidak puas, tak bisa menerima kenyataan-kenyataan yang mereka hadapi dan oleh sebab itu merusaha baik secara lisan maupun dalam tindakan rencana jangka panjang asal saja keadaan berubah sekarang juga.

Minggu, 30 Oktober 2011

Kehidupan Nelayan

Berhari-hari menerjang ganasnya ombak dengan taruhan nyawa, kerja keras para nelayan seakan tidak tertandingi. Berangkat malam pulang pagi atau sebaliknya berangkat pagi pulang malam pun nelayan jalani. Ironisnya, kondisi dan kualitas hidup para nelayan tak beranjak lebih baik. Belajar dari sejarah, pada dasarnya nelayan Indonesia memiliki kemampuan handal dalam menaklukkan lautan. Namun, sejarah tak lagi mencatat kehandalan nelayan. Kini, mereka dihadapkan pada persoalan-persoalan mendasar yang bersumber pada keengganan pemerintah untuk menjalankan amanah konstitusi.
Tentu menjadi pertanyaan, mengapa nelayan kita tetap miskin, sedangkan potensi pesisir dan kelautan Indonesia cukup besar? Situasi nelayan tradisional yang terhimpit krisis ini akibat dari kebijakan pemerintah yang lebih berat kepada pengusaha dan pemilik modal. Mereka harus berhadapan dengan dominasi industri perikanan skala besar yang bertumpu pada investasi swasta dan penanaman modal asing. Akibatnya, kehidupan 90 persen dari total nelayan tradisional di Indonesia sulit lepas dari jerat kemiskinan.
Banyak sekali komunitas nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. Hal ini terjadi karena belum diberdayakannya potensi sumber daya alam laut secara optimal untuk kemakmuran seluruh bangsa. Tingginya pencemaran laut baik dari industri maupun oleh limbah rumah tangga membuat ikan tidak lagi betah berada diperairan. Dampaknya adalah pada nelayan yang tidak mendapatkan ikan lagi ketika melaut dengan kapal kecil.


Melihat kondisi demikian, sudah saatnya pemerintah memprogramkan jaminan sosial bagi nelayan Indonesia. Karena jika nelayan Indonesia tidak menangkap Ikan, maka nelayan asing yang akan bersuka cita untuk mencuri ikan-ikan di Indonesia. Pemerintah wajib mengkondisikan suasana kondusif untuk peningkatan usaha perikanan dengan mengurangi jumlah pencurian ikan dan mengajak generasi muda kembali memahami budaya cinta bahari dengan mencintai laut. Karena nelayan tradisional adalah bagian dari rakyat Indonesia yang juga mempunyai hak untuk menentukan keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara. Oleh karena itu, sebagai bagian dari rakyat maka hak-hak nelayan tradisional dijamin dan dilindungi oleh negara maupun pemerintah.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Cinta Tanah Air

Tanah Air
By: Ibu Soed
________________________________________
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Demikian sepenggal lirik dari sebuah lagu nasional yang berjudul “Tanah Air”, ciptaan Ibu Soed. Syair yang terdapat dalam lagu tersebut begitu indah dan memiliki arti yang sangat mulia. Tanah air ku tidak kulupakan, kan terkenang selama hidupku. Ini menunjukkan rasa kecintaan dan nasionalisme terhadap tanah air. Rasa cinta tanah air, mungkin itulah salah satu kata yang tepat untuk menggambarkan isyarat dari lagu ini.
Kata ‘Tanah Air’ mempunyai makna yang sangat mendasar. Tanah adalah bagian paling dasar dan bagian paling akhir dari segala kehidupan manusia di muka bumi. Mulai dari bahan dasar tubuh manusia, sepeninggalnya manusia hingga berbaurnya manusia dengan tanah. Tanah merupakan tempat semua bangunan-bangunan berdiri, rumah-rumah tempat kita tinggal, sampai gedung-gedung pencakar langit. Semua berdiri pada dasar yang sama, yaitu tanah. Tanah dan air adalah dua elemen yang mutlak tak dapat dipisahkan dari kelangsungan hidup manusia. Air yang membuat segala yang ada di atas tanah menjadi tumbuh dan bertahan hidup. Demikianlah mendasarnya kebutuhan manusia akan kedua elemen tersebut.
Tanah dan air sudah sepatutnyalah menjadi sesuatu yang tak terukur nilainya, tetapi keberhargaannya itu seharusnya menjadi pemersatu, bukan menjadi pemecah diantara kita. Kecintaan kita yang begitu besar akan tanah dan air seharusnya juga menjadi kecintaan kita kepada Tanah Air kita, Indonesia. Bukan untuk kekuasaan, tetapi untuk kemerdekaan. Karena
tidak ada tempat yang lebih nyaman selain tanah air sendiri.
Walaupun banyak negri kujalani, Yang masyhur permai dikata orang, Tetapi kampung dan rumahku, Di sanalah kurasa senang, Tanahku tak kulupakan, Engkau kubanggakan. Walaupun kemudian nasib membawa sebagian dari kita melanglang buana dan tinggal jauh dari tanah air, namun hendaknya kita tidak melupakan tanah air tercinta, yaitu Indonesia. Walau Indonesia penuh dengan segala macam masalah dan bencana alam, tetapi Indonesia tetaplah negeri tercinta dimana aku dilahirkan dan dibesarkan. Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh Indonesia, rasa cinta tanah air ku tetap melekat dihatiku.

Bintang ku :*

Untukmu wahai bintang penghias malamku,
Melihatmu seperti melihat bintang yang paling bersinar.
Cahayamu membuatku teduh, mengembalikan canda tawa ku yang dulu pernah hilang di dalam hidupku.
Mengobati luka ku disaat aku tak sanggup lagi untuk mengobatinya.
Menjadikan penyemangatku yang slama ini aku jenuh dengan kerapuhan.
Aku tak punya apa-apa, hanya ketulusan untuk menyayangimu.
Aku juga tak bisa apa-apa, hanya dapat tersenyum melihatmu dan berusaha melakukan yang terbaik untukmu.
Bahagiamu adalah bahagiaku.
Takkan ku biarkan satu makhluk pun melukaimu, membuat cahayamu redupi kehidupanku.

Senin, 03 Oktober 2011

Fenomena Macetnya Ibu Kota

Macet adalah suatu keadaan dimana arus kendaraan yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan sehingga aktifitas lalu lintas terhenti seketika. Kemacetan banyak dijumpai di kota-kota besar, terutama pada kota yang tidak mempunyai keseimbangan kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduknya (semakin banyak kendaran yang melintasi jalan, sementara kapasitas jalannya sudah tidak memadai), seperti di kota Jakarta.
Untuk mengantisipasi semakin parahnya keadaan tersebut, pihak Lalu lintas Polda Metro Jaya telah menurunkan personel tambahan guna mengatur lalu lintas di beberapa ruas jalan Ibu Kota. Namun, dengan ikut andilnya pihak keamanan tersebut belum cukup untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota. Oleh karena itu, pemerintah melakukan pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus di Jakarta yang dikenal sebagai Busway.
Transjakarta atau umumnya disebut Busway adalah sebuah sistem transportasi bus cepat. Bus Transjakarta bertujuan untuk memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, namun terjangkau bagi warga Jakarta. Untuk mencapai hal tersebut, bus ini diberikan lajur khusus di jalan-jalan yang menjadi bagian dari rutenya dan lajur tersebut tidak boleh dilewati kendaraan lainnya (termasuk bus umum selain Transjakarta).
TransJakarta sebagai suatu sarana transportasi untuk memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, namun terjangkau bagi warga Jakarta memiliki kekurangan, seperti Pembuatan maupun pengoprasian Transjakarta justru membuat kemacetan yang luar biasa dan sering di luar batas kewajaran, terutama pembangunan jalur yang meninggikan permukaan jalan. Walaupun sampai saat ini sistem transportasi Transjakarta atau busway masih tetap beroperasi. Namun, pemerintah masih melakukan berbagai sistem guna mengurangi kemacetan di Ibu Kota, misalnya memberlakukan sistem 3 in 1.
Sistem 3 in 1 merupakan suatu kebijakan dari Pemprov DKI yang mengharuskan satu mobil minimal ditumpangi tiga orang, khususnya di jalanan yang sudah ditetapkan atau jalur sibuk antara lain Jalan Sisingamangaraja, Jalan Sudirman, Jalan MH. Tamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Gadjah Mada atau Hayam Wuruk pada waktu tertentu yaitu pukul 07.00-10.00 WIB dan pukul 16.30-19.00 WIB. Akan tetapi, sistem yang memberlakukan Pembatasan Penumpang (KPP) alias 3 in 1 di Jakarta saat ini dinilai sudah tidak efektif lagi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Pasalnya, kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem 3 in 1 terlalu mudah diakali hanya dengan membayar joki sehingga penerapan kebijakan tetap membuat lalu lintas sepanjang jalur 3 in 1 padat. Oleh karena itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terus melakukan upaya untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Salah satunya dengan pembatasan mobil melalui Sistem ganjil-genap. Sistem ini rencananya akan diterapkan di jalan yang dilalui TransJ. Tetapi, kabarnya penerapan kebijakan nopol ganjil genap yang merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya untuk mengurangi kemacetan saat berlangsungnya SEA Games XXVI yang akan berlangsung November mendatang terancam batal menyusul belum disetujuinya kebijakan tersebut oleh Kapolda Metro Jaya.
Dengan dibatalkannya sistem ganjil-genap ini, Polda Metro Jaya telah menyiapkan kebijakan alternatif untuk mengurangi kemacetan Jakarta yaitu dengan memberlakukan Sistem ERP. Sistem pembayaran bagi kendaraan pribadi yang masuk jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP), Sistem ini dengan menggunakan alat On Board Unit (OBU) atau tidak menggunakan OBU. Bila menggunakan sistem OBU, setiap mobil dipasangi semacam stiker yang dilengkapi dengan chips sensor. Pada stiker itu tersimpan nominal pra bayar dan akan terpotong secara otomatis saat kendaraan melewati gerbang ERP. Sedangkan model non OBU, yang membedakan adalah cara pembayarannya yang menggunakan sistem pasca bayar. Tagihan akan datang ke alamat rumah pemilik kendaraan sesuai dengan penggunaan jalan berbayar dalam setiap periode. Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian Jakarta akan memilih menggunakan sistem ERP yang mana di antara keduanya.
Demikianlah berbagai upaya pemerintah yang bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk mengurangi bahkan mengatasi Fenomena Macetnya Ibu Kota yang hingga saat ini masih menjadi masalah utama Pemerintah DKI Jakarta.